Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin Kagum Massa Aksi Bela Palestina Sangat Tertib

Berita Headline
Cak Imin Kagum Massa Aksi Bela Palestina Sangat Tertib

PKBNews - AKSI jutaan umat muslim Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan tagar Aksi Bela Palestina mengundang decak kagum semua elemen bangsa Indonesia, termasuk Panglima Santri Nusantara, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

"Itulah wujud Islam yang sesungguhnya, bersatu dalam semangat kemanusiaan dan persaudaraan," katanya, Senin (18/12/2017).

Cak Imin menegaskan, umat Islam Indonesia begitu kompak dan bersatu menyerukan pembelaan untuk Palestina dan mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Sungguh saya kagum melihat kertiban saudara-saudara yang ikut aksi bela Palestina. Tidak ada sebersitpun di pikiran kecuali membela saudara-saudara kita di Palestina," ujarnya.

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, sejak awal Indonesia tidak mengakui Israel sebagai negara. Apalagi menyetujui klaim sepihak AS terhadap Yerusalem.

"Umat Islam dunia akan terus bersatu melawan kedzoliman yang dilakukan Trump. Tidak ada satupun umat Islam yang setuju dengan rencana jahat yang sedang dimainkan Presiden AS itu," tandasnya.

 

Hubungan Sejarah Indonesia dan Palestina

1944 - Palestina merupakan negara pertama yang menyuarakan kemerdekaan Indonesia

1948 - Dari awal Indonesia tak mau mengakui Israel yang diproklamasikan Perdana Menteri David Ben Gurion

1953 - Sewaktu Soekarno mulai menggagas Konfrensi Asia Afrika (KAA), Indonesia dan Pakistan menolak keras diikutsertakannya Israel dalam konfrensi tersebut

1958 - Presiden Soekarno melarang keberangkatan tim Indonesia yang menjuarai penyisihan Asia Timur karena akan berhadapan dengan Israel sebagai juara di wilayah Asia Barat. Presiden Soekarno merasa pertandingan tersebut sama saja dengan mengakui Israel sebagai negara.

1962 - Perlawanan terhadap Israel kembali dikalukan oleh Soekarno ketika Jakarta menjadi tuan rumah Asean Games IV dengan tidak memberikan visa kepada kontingen Israel.

1988 - Indonesia menyambut baik deklarasi Kemerdekaan Palestina oleh Dewan Nasional Palestina di Aljir, Aljazair dan telah mengakui negara Palestina.

2007 - Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan kunjungan kenegaraan remsi pertama ke Indonesia. Dalam kunjungannya Presiden Abbas telah menandatangani beberapa perjanjian kerjasama dengan Indonesia

2009 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tetap konsisten dan mendukung perjuangan rakyat Palestia untuk mempertahankan hak dan kedaulatannya

2014 - Pemerintah Indonesia dan Presiden Joko Widodo mengutuk agresi militer Israel yang sedang berlangsung di daerah Gaza Palestina dengan mengatakan bahwa serangan semacam itu dapat merusak kondisi menuju terciptanya perdamaian antara Palestia dan Israel.