Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin: Target Mendatangkan 20 Juta Wisatawan Bukan Hal Mustahil

Berita Headline
Cak Imin: Target Mendatangkan 20 Juta Wisatawan Bukan Hal Mustahil

PKBNews - TARGET Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangkan 20 juta wisatawan ke Indonesia pada tahun 2019 bukan hal yang mustahil jika rencana pengembangan 10 daerah tujuan wisata sekelas Bali berjalan dengan baik.

"Bahkan bisa melampaui terget tersebut. Yang lebih menarik lagi adalah tumbuhnya desa-desa wisata di sekitar 10 daerah tujuan wisata yang baru dikembangkan itu," kata Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Rabu (11/10/2017).

Cak Imin meyakini jika desa-desa di sekitar Lake Toba, Tanjung Kelayung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai menjadi desa wisata dengan homestay yang baik maka desa-desa tersebut dengan sendirinya bakal kecipratan dolar.
"Kita punya 74 ribu desa se-Indonesia. Bila dicanangkan 100.000 homestay pada akhir 2019, ini memakmurkan desa. Wisatawan yang mengunjungi desa wisata kian meningkat dari tahun ke tahun, selama dikelola baik," tuturnya.

Cak Imin berkata, dari data yang ada, 60 persen dari 10 juta wisatawan asing yang datang ke Indonesia tahun-tahun terakhir ini, tertarik karena faktor budaya.

"Saya ajak semua kader PKB se-Indonesia turut kembangkan desa wisata di daerah tujun wisata yang jadi daerah konstituennya," ujarnya.

Cak Imin mengingatkan, setiap membangun desa wisata tetap memperhatikan soal ketahanan budaya dan ketersediaan infrastruktur. Mengenai bentuk desa wisata itu sendiri, kata dia, bisa dibangun dengan bentuk syariah ataupun tidak.

"Tergantung kultur setempat. Pengembangan desa wisata didukung data pengamat ekonomo Faisal Basri, bahwa masyarakat kita mulai banyak belanjakan uang utk 'pleasure'," ucapnya.

Makanya, kata Cak Imin, wajib masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur yang dikebut oleh Presiden Jokowi agar dampak spiral ekonominya meluas.

"Infrastruktur bagus, desa akan kecipratan rejeki dan membangun mandiri jadi tuan rumah. Tanpa menadahkan tangan lagi. Soalnya, Data Travel and Tourism Competitiveness Report 2017 oleh World Economic Forum, infrastruktur Indonesia kelas bawah, jelek," katanya.

Cak Imin menegaskan, saatnya bisnis pariwisata tidak melulu dimonopoli para konglomerat perhotelan dan restoran, tapi dibagi-bagi ke desa. Ia menambahkan, Indonesia punya modal besar untuk bisnis pariwisata. Budaya, alam, keramahan warga adalah saham terbesar. Itu adanya di desa.

"Di masa datang, desa harus jadi pusat pariwisata Indonesia," tandasnya.