Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin Teteskan Air Mata di Hadapan Ribuan Petani dan Nelayan

Berita Headline
Cak Imin Teteskan Air Mata di Hadapan Ribuan Petani dan Nelayan
PKBNews - SEORANG Pemimpin India yang juga tokoh dunia pada masanya, Mahatma Gandhi sangat dihormati tidak saja oleh bangsanya sendiri, tapi juga dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Bahkan Mahatma Gandhi adalah seorang inspirator bagi kolega-koleganya di Asia dan negara-negara di belahan barat. 
 
Salah satu, kata-kata semangat yang pernah muncul dari pemikiran Mahatma Gnadhi adalah “Pada awalnya mereka akan mengacuhkan kita, kemudian mereka menertawakan kita, kemudian mereka marah kepada kita, kemudian kita akan menang.” 
 
Spirit dari kata-kata inspiratif seorang Mahatma gandhi ini boleh jadi memberikan semangat perjuangan dari seorang Muhaimin Iskandar. 
 
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr HA Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin tidak henti-hentiny memperjuangkan aspirasi petani dan nelayan di negeri Gemah ripah Loh jinawi, Indonesia. 
 
Dikala banyak anak negeri ini berlibur setelah sepekan bekerja, para petani dan juga nelayan sama sekali tidak memperdulikannya. Yang mereka kenal adalah kerja, kerja dan kerja. Merekalah tulang punggung perekonomian bangsa yang seharusnya dilindungi, diperhatikan, dan didengar aspirasinya.
 
Semangat memperjuangkan kaum petani dan nelayan yang sejak lama digaungkan Cak Imin bukanlah pencitraan, namun ketulusan hati yang terketuk akibat himpitan ragam persoalan yang mereka alami. Cak Imin telah berupaya secara langsung terjun ke tengah petani dan juga nelayan, mendengarkan aspirasi sekaligus memperjuangkannya.
 
Ketika Koalisi Masyarakat Sipil Jawa Barat yang terdiri dari gabungan ribuan petani dan juga nelayan mendukungnya maju sebagai Cawapres 2019, Cak Imin merasa terharu. Air mata Cak Imin pun menetes melihat perjuangannya membela petani dan nelayan selama ini turut diapresiasi oleh mereka.
 
“Saya merasa pulang hari ini. Saya selama ini kesepian, tertutup tirai berpikir yang tidak jelas, kemana kita harus melangkah untuk Indonesia yang lebih baik,” kata Cak Imin saat berpidato di depan ribuan petani dan nelayan di Desa Keprek, Pangandaraan, Jawa Barat, Selasa 20 Maret 2018.
 
Haru dan tangis Cak Imin ini adalah cerminan bahwa dia serius memperjuangkan seluruh aspirasi petani dan nelayan. Kepedulian yang ia tunjukkan selama ini bukan semu belaka, namun konkrit demi kesejahteraan mereka.
 
Sedangkan antusiasme dan ketulusan ribuan petani dan nelayan mendukung Cak Imin itu adalah bongkahan permata yang membuat sang Panglima Tani semakin giat dan semangat berjuang. Ia berjanji akan mewujudkan seluruh aspirasi petani dan nelayan itu.
 
Cak Imin menegaskan, saat inilah waktu yang tepat untuk merubah seluruh arah kebijakan yang belum berpihak kepada petani dan nelayan. Seluruh aspirasi mereka tak boleh diabaikan, tapi bagaimanapun caranya harus diperjuangkan, diwujudkan secara nyata.
 
“Sudah saatnya kita bergerak. Yang dibutuhkan petani adalah lahan garapan yang layak, yang dibutuhkan petani adalah penghidupan yang layak,” tegas Cak Imin sambil terus menitikkan air mata.  
 
Menurut Cak Imin, cita-cita petani dan nelayan merupakan pelecut semangat dia untuk maju sebagai Cawapres. apalagi para kiai dikalangan Nahdlatul Ulama juga mendukung langkahnya untuk maju sebagai Cawapres. Tak lain tujuannya adalah agar kesejahteraan bangsa semakin baik. "Satu hal yang harus diingat, petani dan nelayan juga memiliki hak untuk sejahtera di negari yang kita cintai ini,” kata Cak Imin.
 
Tak henti Cak Imin mengucapkan terima kasih atas dukungan koalisi petani Pasundan itu. Ia mengajak koalisi petani pasundan bersama-sama memperjuangkan hak-hak konstutusional warga negara. “Kalau kita bersatu, kesejahteraan petani, nelayan dan buruh akan baik,” tandas Cak Imin.