Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Cak Imin Ziarah ke Makam Marhaen yang Menginspirasi Soekarno

Berita Headline
Cak Imin Ziarah ke Makam Marhaen yang Menginspirasi Soekarno
PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun A Sjamsurizal bersama beberapa pengurus dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat (Jabar) melakukan ziarah ke makam Marhaen di Gang Marhaen, Kampung Cipagalo, Kelurahan Mengger, Bandung Kidul, Kota Bandung, Selasa (13/3/2018).
 
Dalam buku Cindy Adam berjudul Soekarno Penyambung Lidah Rakyat dijelaskan bahwa Marhaen adalah seorang petani penggarap yang menginspirasi Presiden Soekarno. Marhaen menjadi cikal bakal lahirnya ideologi Marhaenisme yang hingga saat ini masih dianut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) dan PKB.
 
Pada kesempatan tersebut, Cak Imin sengaja mengenakan baju batik warna merah. Saat ditanya apakah batik warna merah yang digunakan Cak Imin sebagai rayuan kepada Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Cak Imin menjelaskan bahwa itu sebagai wujud kecintaannya terhadap ideologi marhaenisme.
 
"Kurang cinta apa kita terhadap Bung Karno sampai simbol merah pun kita gunakan karena kecintaan kita terhadap marhaenisme. Saking cintanya kita terhadap ideologi marhaenisme. Dengan pijakan itu, Insya Allah dapat menyatukan perjuangan kita dengan teman-teman PDI-P" ucapnya.
 
Cak Imin menjelaskan, cita-cita PKB sangat sejalan dengan cita-cita marhaenisme yang dibangun Bung Karno.
 
"Marhaenisme bersama seluruh semangat santri Insya Allah menjadi kekuatan untuk memperbaiki ekonomi nasional kita," ujarnya.
 
Cak Imin berjanji, bersama PKB dia akan meneruskan cita-cita Bung Karno dengan ideologi marhaenismenya untuk terus membela dan memberikan keberpihakan kepada masyarakat miskin.
 
"Semangat nilai juang kami, kita semua bangsa Indonesia terutama memperjuangkan nasib orang-orang yang paling menderita. Dengan berziarah di sini, kami bertekad untuk meneruskan perjuangan Bung Karno, perjuangan Gus Dur, kiai, ulama, dan pejuang bangsa lainnya," tandasnya.