Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Demi Prestasi, Menpora Bentuk Lembaga Pendanaan Olahraga

Berita Utama
Demi Prestasi, Menpora Bentuk Lembaga Pendanaan Olahraga
PKBNews - PEMBENTUKAN lembaga pendanaan khusus olahraga sudah sangat mendesak dilakukan. Karena pembentukan lembaga itu untuk menyiasati keterlambatan pendanaan honor, akomodasi dan peralatan para atlet ketika menjalani pemusatan pelatihan nasional sebagaimana terjadi pada atlet atletik Eki Febri Ekawati.
 
"Pembiayaan olahraga tidak hanya bersumber dari APBN yang harus menyesuaikan kaidah hukum dan administrasi keuangan negara. Sumber pembiayaan olahraga perlu fleksibel karena dinamika yang muncul selalu cepat," kata Menteri Pemuda dan Olahraga HM Imam Nahrawi di Jakarta, Kamis (31/8/2017).
 
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan bahwa pembiayaan untuk honor, akomodasi, dan peralatan atlet pelatnas melalui lembaga pendanaan khusus olahraga akan melibatkan masyarakat, badan usaha milik negara, dan perusahaan-perusahaan swasta.
 
"Jika ada akomodasi atlet yang harus dibayar hari ini misalnya, kami butuh proses tertib administrasi ketika melalui mekanisme APBN. Lembaga pendanaan khusus olahraga itu akan membuat terobosan," ujar Menteri Imam. 
 
Menurut Menteri Imam, pembentukan lembaga pendanaan khusus olahraga itu merupakan pembaruan dari konsep "bapak angkat" dari badan-badan usaha milik negara kepada cabang-cabang olahraga yang telah diprogramkan sebelumnya oleh Kemenpora.
 
"Adakalanya perusahaan itu hanya mendanai ketika cabang olahraga ada kegiatan. Padahal, bapak angkat itu adalah konsep menyeluruh termasuk penentuan pengurus cabang olahraga," katanya.
 
Menteri Imam mengatakan, pengawasan lembaga pendanaan khusus olahraga itu akan melibatkan Kejaksaan RI, Kepolisian RI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan serta Komisi Pemberantasan Korupsi.
 
"Saya akan memaksa cabang-cabang olahraga memakai fasilitas pascaPON untuk pembinaan. Pelatnas tidak boleh berjalan sendiri-sendiri karena banyak fasilitas PON yang tidak terpakai di Jakabaring Palembang, di Bandung Jawa Barat, di Kalimantan Timur, dan di Riau," tandasnya.