Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

DPRD Jatim Dukung Digelarnya Kompetisi LSN

Berita Daerah
DPRD Jatim Dukung Digelarnya Kompetisi LSN

Surabaya - RENCANA Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim).

"Penyelenggaraan LSN adalah momentum untuk mengangkat harkat dan martabat pesantren melalui sepak bola. Selain itu, untuk mencari bibir baru pesepakbola dari kalangan santri," Ketua DPRD Provinsi Jatim KH Abdul Halim Iskandar disela-sela acara pembukaan Bimtek penyelenggaraan LSN yang digelar di Hotel Best Western, Surabaya, Kamis (3/9). Peserta dalam Bimtek tersebut adalah perwakilan pesantren di Jatim.

Menurut Gus Halim, panggilan KH Abdul Halim Iskandar, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi memiliki keinginan kuat menyelenggarakan LSN sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU).

"LSN merupakan momentum bagi pesantren-pesantren, terutama yang berada di Jatim untuk mengangkat harkat dan martabat pesantren serta untuk merubah persepsi publik terhadap pesantren yang dianggap kolot, terbelakang dan bengis," katanya.

Karena itu, kata Gus Halim, kaum pesantren harus mampu membuktikan bahwa pesantren saat ini sudah maju yang di dalamnya terdapat bakat-bakat muda potensial dalam segala profesi termasuk pemain sepak bola."Kami sangat mendukung penuh adanya kompetisi LSN itu. Bahkan pihaknya siap untuk menganggarkan penyelenggaraan LSN di APBD Jawa Timur untuk membantu mensukseskan LSN tersebut," katanya.

Kakak kandung dari Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Abdul Muhaimin Iskandar itu menambahkan, Pemerintah Jatim siap berkomitmen untuk mensukseskan kompetisi LSN ini.

"Semua kita lakukan semata-mata untuk membesarkan NU dan Pesantren," kata Gus Halim.

Namun, Gus Halim mengingatkan, yang sangat penting dalam LSN itu adalah tindak lanjutnya dari liga tersebut. Jangan hanya mengadakan liga tapi tidak ada tindak lanjutnya.

"Kedepan, bukan tidak mungkin lulusan pesantren bisa bermain di piala dunia. Kedepan, santri sudah memiliki ilmu dalam mengolah bola. Saya berharap liga santri ini bisa melahirkan pemain-pemain yang handal dan berkualitas, supaya tim nasional kita bisa dihuni oleh lulusan pesantren," harapnya.