Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Elektabilitas Badrut Tamam Naik, Warga Pameksan Inginkan Perubahan

Berita Daerah
Elektabilitas Badrut Tamam Naik, Warga Pameksan Inginkan Perubahan

PKBNews - NAIKNYA elektabilitas bakal calon (balon) Bupati Pamekasan, Badrut Taman menunjukan masyarakat menginginkan perubahan.

"Hasil survei lembaga independen Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) menunjukan masyarakat mendambakan sebuah perubahan," kata Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan, Jawa Timur, Ali Wafa, Rabu (22/11/2017).

Ali Wafa memastikan masyarakat Pamekasan juga punya ekspektasi atas pemimpin baru yang masih muda dan visioner. Ia menambahkan, bagi PKB dan partai koalisi yang pengusung bakal calon bupati dari kelompok muda, pada Pilkada Pamekasan 2018 dukungan dan harapan masyarakat sesuai dengan hasil survei itu, merupakan modal besar.

"Pada pesta demokrasi nanti, masyarakat yang akan menentukan calon pemimpin mereka. Hasil survei ini, juga berbanding lurus dengan dukungan hampir semua partai yang mulai mengerucut kepada Badrut Tamam," katanya.

Dia menjelaskan, selain karena adanya keinginan kuat di kalangan masyarakat untuk melakukan perubahan, hal lain yang juga mempengaruhi meningkatnya elektabilitas Badrut adalah sosoknya yang sangat komunikatif dengan hampir semua elemen masyarakat. Badrut Tamam dikenal sebagai sosok pemuda yang sangat merakyat, santun terhadap para ulama, dan relatif tidak memiliki masalah.

Sementara, Alif Syakrani dari Komunitas Pemuda Kreatif Pamekasan menilai, selain faktor komunikasi, yang membuat elektabilitas seseorang meningkat, juga karena adanya komitmen untuk bekerja lebih baik.

"Transparansi tentang keluarga juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pemilih," katanya.

Badrut Tamam merupakan satu dari tiga tokoh di Pamekasan yang telah mengumumkan kepada publik akan maju pada Pilkada Pamekasan 2018. Dua tokoh lainnya ialah mantan Bupati Pamekasan 2008-2013 Kholilurrahman, dan mantan Kepala Syahbandar Tlanakan Rusy Susanto.

Dari tiga tokoh itu, baru Badrut Tamam telah mendapatkan rekomendasi dari partai politik, sedangkan dua tokoh lainnya belum.