Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Erma : Pancasila Terbukti Mempersatukan Indonesia

Berita Utama
Erma : Pancasila Terbukti Mempersatukan Indonesia
PKBNews – Jaman dahulu, wanita Indonesia berkutat pada sumur, dapur dan kasur. Di era modern sekerang ini wanita Indonesia kini sudah sedemikian maju, mengikuti gerak kehidupan modern dan mampu sejajar dengan profesi yang disandang kaum pria. Apalagi, kesetaraan jender memungkinkan wanita tidak lagi dibedakan dengan kaum pria.  
 
Demikian diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Hj. Siti Mukaromah, S.Ag, MAP dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Cilacap, Rabu (7/6/2017). 
 
Menurut Erma – panggilan akrab Siti Mukaromah, perempuan harus meningkatkan diri dan terus belajar agar bisa berpartisipasi di masyarakat. 
 
Kata Erma, selain itu, ada faktor-faktor eksternal yang berpengaruh pada kultur keluarga yang dihadapi para wanita dimana perannya sebagai seorang ibu. Karena itu, sedapat mungkin, meminta izin suami untuk belajar disetiap kesempatan. 
 
“Karena para ibu menjadi benteng bagi tumbuh kembang generasi mendatang. Atas kemampuan ibulah anak-anak menjadi anak yang humanis atau cenderung destruktif seperti terroris dan radikalis. Maka, meningkatkan kapasitas bagi perempuan merupakan keharusan,” kata Erma.
 
Untuk itulah, kata Erma, harus sedini mungkin Pancasila sebagai jalan hidup dan pandangan hidup di Indonesia ditanamkan sejak dini. 
 
“Pancasila telah terbukti menjadi azas yang mampu mewadahi keragaman nusantara. Ragam budaya, suku bangsa, agama dan ras,” kata Erma. 
 
Erma mengatakan bahwa beberapa waktu terakhir, Indonesia menghadapi tantangan dari kelompok-kelompok yang ingin mengganti pancasila dengan ideollogi yang lain. “Mereka memandang Pancasila tidak layak dijadikan azas. Mereka menggunakan agama sebagai alat memporakporandakan NKRI yang telah dibangun oleh founding fathers,” kata Erma. 
 
Tapi, lanjut Erma, Pancasila terbukti tetap tegak berdiri di bumi Indonesia dan mengikat persatuan bangsa Indonesia. Apalagi, dalam perjuangan kemerdekaan, para pejuang kemerdekaan, para kiai, berbagai lapisan masyarakat merebut dan mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia.  
Selain itu, peran Nahdlatul Ulama (NU) terbukti berkontribusi besar dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Seruan "hubbul wathon minal iman" dari Hadrotus Syech KH Hasyim Asyari merupakan formula dan wujud nyata NU terhadap komitmen kebangsaan dan kereligiusan Nahdliyin.
 
Karena itu, Partai Kebangkitan Bangsa sebagai partai yang lahir dari NU terus mempertahankan komitmen untuk selamanya mempertahankan tegaknya NKRI.