Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Fraksi PKB DPR Minta Anggaran Madin dan Ponpes Harus Berkeadilan

Berita Utama
Fraksi PKB DPR Minta Anggaran Madin dan Ponpes Harus Berkeadilan
PKBNews - FRAKSI Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) menggelar diskusi bertajuk Menggugat Ketidakadilan Politik Anggaran Pendidikan Bagi Madrasah Diniyah Dan Pondok Pesantren. Ketua FPKB, Ida Fauziah mengatakan, alokasi anggaran pendidikan untuk Madrasah Diniyah (Madin) dan juga Pondok Pesantren (Ponpes) oleh negara hingga saat ini belum optimal.
 
“Negara harus hadir dalam mewujudkan keadilan alokasi anggaran pendidikan bagi Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren, apakah Diniyah dan Pesantren tetap dibiarkan tidak tersentuh oleh negara?,” kata Ida Fauziyah di Jakarta, Kamis (8/6/2017).
 
Menurut Ida, jumlah madrasah yang mencapai 76.551, 95% diantaranya adalah swasta. Sedangkan Pondok Pesantren di Indonesia berjumlah sekira 27.230 yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.
 
Tentu sangat disayangkan, dikatakan Ida, dengan jumlah sebanyak itu kebijakan dan regulasi Pemerintah masih menganaktirikan Madrasah Diniyah maupun Pondok Pesantren tersebut.
 
Padahal kedua lembaga itu menampung ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan anak didik atau santri yang juga turut serta memberi sumbangsih positif bagi kemajuan bangsa melalui berbagai prestasi dan keahlian.
 
“Mari tunjukkan negara juga hadir dalam mengelola pesantren melalui politik anggaran. Pendidikan keagamaan dikelola pesantren jauh sebelum negara mengurusi, tapi sampai dengan saat ini jadi anak tiri,” kata Ida.
 
Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut perwakilan Dirjen Pendis Kemenag Dr. Ainurrafiq, FPDT Dr Suwendi, Pengamat Ekonomi Dhedy Setyawan, dan Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkeu RI Purwanto.