Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Garda Bangsa Siap Antar Bupati Purwakarta Jadi Gubernur Jabar

Berita Utama
Garda Bangsa Siap Antar Bupati Purwakarta Jadi Gubernur Jabar

PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa Cucun A Samsurijal tegaskan DKN Garda Bangsa siap mengantarkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjadi Gubernur Jawa Barat (Jabar).

"Garda Bangsa siapa mengantarkan Kang Dedi menuju gedung sate atau menjadi Gubernur Jawa Barat," katanya, Senin (17/4/2017).

Menurut Cucun, ia mendukung Kang Dedi karena dirinya memiliki program nyata di berbagai sektor selama memimpin Purwakarta. Kang Dedi pun sangat piawai menerjemahkan falsafah dan gagasan.

"Kang Dedi sangat piawai menerjemahkan falsafah menjadi program-program unggulan," tuturnya.

Cucun berjanji akan membahas pencalonan Kang Dedi dalam internal Garda Bangsa dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai induk. Setelah mendapat rekomendasi dari PKB, menurut Cucun, ia akan all out memenangkan Dedi Mulyadi untuk menjadi Gubernur Jabar periode 2018-2023.

"Kita terdepan mendukung beliau untuk menjadi Gubernur Jawa Barat. Kita segera mendorong rekomendasi partai agar seluruh infrastruktur baik partai maupun organ sayapnya juga pendukung beliau," ucapnya.

Cucun berkata, salah satu program Dedi yang membuat Cucun kepincut adalah program pendalaman kitab kuning yang diterapkan Dedi di Purwakarta. Cucun yang juga Sekretaris Fraksi PKB di DPR mengatakan, program pendalaman kitab kuning terasa bagi para santri Nahdliyin lulusan pesantren. Setidaknya, melalui program ini sebanyak 526 lulusan pesantren terserap menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Purwakarta. Untuk itu, sebagai warga Nahdliyin, Cucun berharap program serupa dapat diterapkan Dedi di seluruh Jabar.

"Kang Dedi bagian dari Nahdhiyin, beliau memberdayakan warga Nahdhiyin juga. Inisiasi program pendalaman kitab kuning yang beliau lakukan di Purwakarta harus juga diterapkan di seluruh Jawa Barat. Maka dari itu, Kang Dedi harus menjadi Gubernur Jawa Barat dulu," katanya.

Cucun memastikan program pendalaman kitab kuning yang diinisiasi Dedi ini merupakan hal baru di Indonesia. Bahkan, Cucun menilai Dedi layak disebut sebagai Guru Bangsa karena berhasil mengaplikasikan konsep pesantren ke dalam pendidikan umum di seluruh sekolah.

"Ini para santri se-Indonesia patut menjadikan Kang Dedi sebagai Guru Bangsa. Konsep beliau tentang pemeliharaan ajaran dalam kitab kuning begitu diapresasi oleh para santri. Acara kali ini pun atmosfernya sudah mirip di Jawa Timur. Kalau kami punya punya program Kitab Kuning Goes to Kampus, Kang Dedi ini berhasil membuat Kitab Kuning Goes to Pendopo," ucapnya.

Menurut Cucun, kitab kuning memiliki peranan penting dalam membentuk karakter santri. Dengan pendalaman kitab kuning, santri akan berpikir dua kali untuk mengejek atau mengolok-olok orang lain. Hal ini lantaran pendapat para ulama yang termaktub dalam kitab kuning akan menjadikan santri berpikir ulang atas tindak tanduknya.

"Jika ada santri yang masih mengejek orang lain, saya pastikan itu mondok dan ngajinya tidak selesai. Sebab santri yang ngajinya selesai pasti akan berpikir ulang terhadap apapun yang dia lakukan," ungkapnya.