Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Kabupaten Lebak Kekurangan Guru Agama Berstatus ASN

Berita Daerah
Kabupaten Lebak Kekurangan Guru Agama Berstatus ASN

PKBNews - DINAS Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak dan Kementerian Agama Kabupaten Lebak didesak segera merekrut guru agama Islam berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Pasalnya, Kabupaten Lebak kekurangan ratusan guru agama Islam.

"Sejak tahun 2007 hingga kini belum ada pengangkatan guru agama. Kami mendesak pemerintah segera merekrut guru agama Islam berstatus ASN itu," ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak Komisi III Bidang Pendidikan, Muhammad Husen, Rabu (12/7/2017).

Muhammad Husen mengingatkan kekurangan guru agama tentu memiliki dampak terhadap moralitas generasi bangsa. Diantaranya, semakin marak perbuatan negatif muncul di masyarakat.

"Manusia tanpa pendidikan agama tentu akan menimbulkan dekadensi moral, seperti perjudian, seks bebas, korupsi, minuman keras, narkoba hingga tawuran," katanya.

Karena itu, kata Muhammad Husen, DPRD Lebak mendesak pemerintah segera merekrutkan kembali pengangkatan guru agama Islam berstatus ASN.

"Akibat kekurangan guru agama terpaksa pihak sekolah memanfaatkan guru yang ada menjadi guru agama Islam atau merekrut guru honorer yang tentu bukan lulusan pendidikan agama," tuturnya.

Ahmad Husen sangat mahfum kalau penyebab kekurangan guru agama itu akibat kebijakan pemerintah pusat dengan disesuaikan dengan keuangan negara.
Namun, pemerintah daerah harusnya ngotot mengusulkan kekurangan guru agama agar diberikan kewenangan untuk melakukan perekrutan.

"Kami berharap pengangkatan guru agama Islam itu seperti dulu dilakukan oleh pemerintah daerah dengan dialokasikan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU),sehingga tidak akan terjadi kekurangan guru agama itu," katanya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku saat ini kekurangan guru di daerah ini mencapai 4000 orang,termasuk guru agama Islam.

Kekurangan guru itu diperkirakan menjadikan ancaman karena sebagian besar guru yang ada sudah memasuki pensiun karena mayoritas dari mereka diangkat pada tahun 1970-an.

Pemerintah daerah telah mengusulkan kekurangan guru tersebut, namun hingga kini belum ada pengangkatan PNS.