Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Karding : Cagub Jateng, Ida Fauziyah Penggagas RUU Madrasah

Berita Utama
Karding : Cagub Jateng, Ida Fauziyah Penggagas RUU Madrasah
PKBNews - PASANGAN Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Sudirman Said-Ida Fauziyah berpeluang dan sangat potensial memenangkan kontestasi Pilkada Jawa Tengah pada 27 Juni 2018 mendatang.
 
“Mbak Ida ini bukan hanya dia perempuan, tapi sejak di DPR dia sudah menunjukkan pemihakan kepada perempuan. Jadi undang-Undang soal perempuan, soal anak itu zaman Mbak Ida jadi DPR itu sangat konsen,” kata Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding disela acara bertajuk Laporan Khusus Rumah Pilkada: Survei Elektabilitas Litbang Kompas, Jakarta, Selasa (13/3/2018). 
 
Ida Fauziyah memang aktif dan berpengalaman disejumlah organisasi perempuan, seperti Fatayat NU, hingga legislatif di DPR RI. Ia tercatat satu-satunya perempuan PKB yang selalu terpilih sebagai Anggota DPR sejak era reformasi 1999.
 
Satu hal yang juga harus diketahui masyarakat, kata Karding, keberpihakan Ganjar ke Pondok Pesantren dan Madrasah juga tidak optimal dilakukan selama ia menjabat Gubernur dengan tak merespon baik keinginan masyarakat untuk menghapus Full Day School.
 
Sementara Ida Fauziyah bersama NU dan PKB saat itu tak henti menyuarakan penolakan Full Day School lantaran diyakini dapat mematikan Madrasah Diniyah yang sudah menjadi identitas pendidikan berkarakter di tengah masyarakat NU.
 
“Satu hal misal soal pemihakan pada Ponpes dan Madrasah. Ketika full day school ramai dipersoalkan, pak Ganjar tidak terlalu respon, ini penting disampaikan kepada masyarakat apalagi mbak Ida ini adalah salah satu penggagas RUU Madrasah,” kata Karding.
 
Sedangkan Sudirman, menurut Karding, juga tak kalah berpengalaman. Sudirman pernah menjabat sebagai menteri di era Presiden Joko Widodo, hingga aktif di organisasi anti korupsi, seperti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG).
 
Maka tak mengherankan jika pasangan ini merupakan kombinasi yang pas untuk membangun Jateng yang saat ini masih belum optimal. Hal ini sangat padu dengan tagline yang mereka usung, mBangun Jateng Mukti Bareng.
 
“Saya kira Pak Sudirman Said ini tinggal mengupgrade berbagai hal yang dianggap kurang dizaman Pak Ganjar, misalnya soal pupuk, pabrik semen di Rembang, itu harus ada solusi baru dari pak Dirman daripada Pak Ganjar,” tandas Karding.
 
Karding memaparkan, kondisi perekonomian yang stagnan bahkan cenderung menurun dan infrastruktur yang belum merata di Jateng sepatutnya dapat dikabarkan secara luas kepada masyarakat oleh pasangan yang diusung Gerindra, PKB, PAN, dan PKS ini.