Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Kata KH Ma'ruf Amin, Cak Imin Lebih Berani daripada Romy

Berita Headline
Kata KH Ma'ruf Amin, Cak Imin Lebih Berani daripada Romy
PKBNews - ROIS Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin hari ini genap berusia 75 tahun. Tasyakuran hari lahir ulama panutan bangsa ini pun digelar cukup semarak, salah satunya peluncuran buku biografinya oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
 
Disela peluncuran buku yang digelar di Muamalat Tower, Jakarta, Senin (12/3/2018) itu, sejumlah tokoh dan ketua umum partai politik nampak hadir. Dua diantaranya Ketum PKB A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Ketum PPP Romahurmuziy.
 
Melihat kedua tokoh ini, Kiai Ma’ruf berseloroh keduanya sama-sama banyak diperbincangkan banyak orang saat ini lantaran baliho raksasa mereka bertebaran di sejumlah daerah di Indonesia.
 
Tak disangka, Kiai Ma’ruf menyebut Cak Imin lebih potensial dan lebih berani dibanding Romy. Kiai Maruf beralasan, baliho Cak Imin lebih jelas maksud dan tujuannya dibanding baliho Romy.
 
“Pak Muhaimin kabarnya anginnya sebagai calon wakil presiden, kalau Pak Romy cuma gambarnya doang tulisannya tidak ada. Saya bilang ke Pak Jokowi, Pak Muhaimin lebih berani daripada Pak Romy,” seloroh Kiai Ma’ruf disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.
 
Tak hanya itu, Kiai Ma’ruf juga menampakkan tindakan yang seolah mendukung langkah Panglima Santri itu menjadi Cawapres ketika potongan tumpeng pertama di hari ulatahnya diberikan kepada Cak Imin.
 
Dengan raut wajah sumringah dan senyum terukir simpul, Cak Imin menerima potongan tumpeng tersebut dari Kiai Ma’ruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini.
 
“Terimakasih Kiai. Semoga sehat selalu, manfaat dan bahagia,” kata Cak Imin.
 
Selain Cak Imin dan Romy, sejumlah tokoh lain juga hadir dalam acara ini. Di antaranya adalah Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, serta Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal Eko Putro Sandjojo.
 
Untuk diketahui, buku biografi Kiai Ma’ruf Amin ini berjudul `Penggerak Umat Pengayom Bangsa`. Buku ini ditulis oleh Direktur Indostrategic Economic Intelligence, Anif Punto Utomo.
 
Buku ini berisi rekam jejak utuh perjalanan kehidupan Ma’ruf Amin sejak masa anak-anak hingga saat ini menjadi pimpinan tertinggi di organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Rais Aam PBNU.