Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Ketum PKB Layangkan Surat Terbuka Kepada Aung San Suu Kyi

Berita Headline
Ketum PKB Layangkan Surat Terbuka Kepada Aung San Suu Kyi

PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin rupanya geregetan melihat prilaku Pemerintah Myanmar terhadap Rohingya. Ia pun melayangkan surat terbuka kepada peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi.

Dalam suratnya Cak Imin menegaskan, Madam Suu Kyi jka Anda berharap ada kedamaian, ketahuilah bahwa ia tidak bisa dicapai dengan kekerasan.

Jika Anda berharap ada keadilan, maka kekerasan adalah cara paling ekstrem mewujudkan ketidak adilan.

"Bukankah Anda sendiri telah belasan tahun mengalaminya? Madam Suu Kyi,
18.000 warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh dalam waktu kurang dari 24 jam. Umumnya mereka adalah perempuan, anak-anak dan orang tua. Anda mungkin bisa menutup mata dan memalingkan wajah dari kabar ini. Tapi sebagai pejuang demokrasi selama bertahun-tahun, saya heran Anda juga sanggup menutup hati untuk mereka," katanya.

Cak Imin juga langsung melontarkan pertanyaan kapan Suu Kyi memanggil kembali warga Rohingya kembali pulang ke Myanmar.

"Sebagai manusia utuh, bukan pelarian, bukan bakteri, bukan warga kelas dua. Saya minta PBB untuk turun tangan mengatasi kekejian ini. Saya minta duta besar Myanmar di Indonesia segera menjelaskan mengapa kekejian ini bisa terjadi. Saya minta segenap warga dunia bereaksi agar warga Rohingya menemukan kedamaian dan kebebasan sebagai manusia," katanya.

Cak Imin meminta Suu Kyi segera mengambil tindakan. Mencegah tentara menembak warga Rohingya.

"Saya minta Anda, Madam Suu Kyi, untuk melakukan apapun yang Anda mampu, untuk mencegah tentara menembaki warga Rohingya. Atau,turunkan saja medali nobel itu dari lemari Anda. Dia tidak bermakna apapun lagi, saat ini," tegasnya.