Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

KH Maman Pertanyakan Program Revolusi Mental Jokowi

Berita Parlemen
KH Maman Pertanyakan Program Revolusi Mental Jokowi

PKBNews - ANGGOTA Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) KH Maman Imanulhaq mempertanyakan masih maraknya penggunaan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di media sosial (medsos) maupun media lainnya. Hal tersebut menandakan program pembangunan manusia atau revolusi mental belum berjalan dengan baik. Bahkan saat ini masyarakat Indonesia gemar mengumbar isu SARA ketimbang isu lainnya yang lebih konstruktif.

"Apakah revolusi mental sudah menyelesaikan persoalan SARA tersebut, jawabannya belum. Program yang digembar-gemborkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejatinya belum berjalan dengan baik," tegasnya, Jumat (10/11/2017).

Maman meminta Presiden Jokowi mengoptimalkan setiap program yang menjadi janjinya dalam kampanye. Selain revolusi mental, ungkapnya, terdapat beberapa program yang harus terus dioptimalkan oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dalam dua tahun sisa masa jabatannya.

Misalnya, kata Maman, penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan sebagainya. Penyaluran kedua program ini pun belum berlaku secara optimal.

"Masih banyak masyarakat yang ingin mendapatkan KIP dan KIS. Umumnya mereka-mereka yang kurang mampu secara ekonomi yang mengingikan KIP dan KIS," katanya.

Selain mengkritik, Maman juga sempat memaparkan beberapa kriteria calon wakil yang cocok untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Sosok itu, kata Maman, harus berasal dari kalangan santri dan juga memahami basis agama Islam yang moderat.

"Dan sosok yang dibutuhkan oleh Pak Jokowi adalah sosok Santri jelas genelogi kesantrian nya Memahami Islam yang transformatif Islam yang moderat Islam yang damai Islam," ungkapnya.

Sosok wakil yang tepat bagi Maman untuk mendampingi Jokowi adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Sebab menurutnya Cak Imin bisa mengatasi kegaduhan politik.

"Yang bisa menjawab bahwa selain kelompok radikal intoleran yang terus menggoreng dan membuat kegaduhan politik enggak jelas itu bisa terjawab dengan sosok Muhaimin Iskandar," katanya.