Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Lulusan SMK Masih Banyak Nganggur, Arzetti Prihatin

Berita Parlemen
Lulusan SMK Masih Banyak Nganggur, Arzetti Prihatin

PKBNews - TINGGINYA angka pengangguran lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Arzetti Bilbila prihatin. Ia berharap pemerintah segera mencari solusi dalam mengatasi persoalan tersebut.

"Saya sangat prihatin dengan banyaknya lulusan SMK yang menganggur, pemerintah harus segera mencari solusi atas persoanal ini," ucapnya saat menjalankan Reses IV tahun 2017 di Sidoarjo, Jawa Timur.

Anggota Komisi X DPR RI itu berkata, seharusnya lulusan SMK paling maksimal menyerap lapangan pekerjaan yang ada. Namun, fakta berbicara lain.

Mantan modeling itu menambahkan, dari rekapitulasi data pokok pendidikan nasional (dapodik -red) 2017 didapati fakta jumlah siswa SMK mencapai angka 4,63 juta siswa. Jika dibagi perangkatan maka tiap tahunnya rata-rata siswa yang lulus SMK mencapai angka 1,5.

"Harusnya jumlah ini sangat potensial menjadi angkatan kerja yang handal dan produktif. Sayangnya, BPS berpicara lain. Itu sangat mengecewakan," ucap Arzetti.

Menurut Arzetti, baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran yang sangat mencengangkan. Dimana tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2017 mencapai angka 5, 33 persen atau sebanyak 7,01 juta orang.

"Dapat dipastikan dari 131,55 juta orang pengangguran. 9,27 persennya atau pengangguran terbuka berlatar SMK,” katanya.

Arzetti berharap terjadi sinkronisasi antara lulusan SMK dengan dunia kerja. Artinya, lulusan SMK harus mampu terserap dunia kerja.

"Pertanyaannya bagaimana. Peserta didik berlatar SMK harus diberikan modal keilmuan dan keterampil yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja dan industri yang berkembang saat ini," tuturnya.

Disamping itu, menurut Arzetti, siswa lulusan SMK harus dicetak menjadi pengusaha atau ditanamkan menjadi wirausaha baru.

"Sehingga mereka tidak terkendala pada lowongan pekerjaan yang terbatas. Lulusan SMK harus dicetak menjadi enterprener baru yang menciptakan peluang baru," kata dia.