Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Menristekdikti Teken MoU Iptek dengan China

Berita Utama
Menristekdikti Teken MoU Iptek dengan China
PKBNews - PEMERINTAH Indonesia dan pemerintah China bersepakat bekerjasama dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) kerja sama bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) hingga mitigasi bencana dengan Pemerintah China.
 
Penandatanganan yang dilakukan dalam Pertemuan Pejabat Tinggi Ketiga Hubungan Antarmasyarakat Indonesia-China di Solo, Selasa (28/11/2017). 
 
Hadir dalam kesempatan itu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong dan sejumlah pejabat tinggi kedua negara.
 
Menristekdikti dan Menteri Riset dan Teknologi China Wan Gang menandatangani Rencana Aksi Tiga Tahun di Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi (Iptekin) untuk periode 2018 sampai dengan 2020 pengaturan implementasi pembangunan pelabuhan serta pencegahan dan mitigasi bencana, dan pengaturan implementasi kerja sama kawasan sains dan teknologi.
 
Nasir mengatakan pertemuan kali ini mengatur kembali aksi hingga ke tahap implementasi perjanjian kerja sama tersebut. Pada pertemuan sebelumnya pada 2016 di Guiyang, China, sudah ada Nota Kesepahaman tentang Program Beasiswa dan mutual recognition in academic higher education qualification dan sudah ada 700 mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di China.
 
Menteri Nasir mengatakan, mulai Desember 2017, ada transfer mobility program setiap bulannya di mana peneliti Indonesia sudah akan ada yang ke China dan sebaliknya.
 
Sedangkan untuk implementasi pembangunan pelabuhan serta pencegahan dan mitigasi bencana, Nasir mengatakan akan dilakukan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Rencana pembangunan laboratoriumnya dilakukan di Indonesia, dan akan ditentukan lagi lokasinya.
 
"Dengan memperkuat kolaborasi dalam bidang Iptekin dan Dikti antara Indonesia dan China, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar pertama dan keempat di dunia, keduanya akan dapat menjadi pionir dalam pengembangan iptek dan inovasi dunia," tandas Menteri Nasir.