Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Menteri Hanif Minta Pengawasan Keselamatan Kerja Harus Lebih Proaktif

Berita Utama
Menteri Hanif Minta Pengawasan Keselamatan Kerja Harus Lebih Proaktif
PKBNews - PENGAWASAN ketenagakerjaan terhadap keselamatam kerja diminta harus lebih proaktif mengevaluasi perusahaan dan industri yang menggunakan bahan baku berbahaya.
 
"Kami mendorong pengawasan ke industri berbahan baku berbahaya lebih diperhatikan," kata Menteri Ketenagakerjaan HM Hanif Dhakiri di Gedung Surabaya, Jumat (12/1/2018).
 
Menurut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini, pihaknya tidak ingin peristiwa meledaknya pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, terjadi lagi di Tanah Air sehingga pengawasan harus lebih ditingkatkan.
 
"Harus turun, melihat dan mengecek standart K3 di perusahaan itu sudah sesuai prosedur atau belum. Kalau belum maka lakukan evaluasi dan pembinaan terus-menerus, termasuk penegakan hukum jika diperlukan," kata Hanif. 
 
Pada kesempatan sama, Menteri Hanif pun mengajak para pekerja dan perusahaan membiasakan keselamatan sebagai budaya kerja sehingga kecelakaan bisa ditekan.
 
Berdasarkan data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, jumlah kasus kecelakaan kerja terus menurun setiap tahunnya.
 
Rinciannya, pada 2015 terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus, pada 2016 sejumlah 105.182 kasus atau mengalami penurunan 4,6 persen, sedangkan sampai Agustus 2017 terdapat 80.392 kasus.
 
Menteri Hanif mengatakan bahwa masih terjadinya kecelakaan kerja dikarenakan beberapa faktor, yakni kesadaran di kalangan dunia usaha serta pekerja, penetapan sistem manajemen terkait kepatuhan perusahan ke regulasi pemerintah, dan pengawasan ketenagakerjaan.
 
Kata Menteri Hanif, Kementeriannya sebagai pemegang kebijakan nasional tentang K3, sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3.
 
Selain itu, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, lembaga hingga masyarakat industri berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing untuk terus melakukan berbagai upaya di bidang K3.
 
Apabila K3 terlaksana dengan baik, lanjut dia, maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, biaya-biaya yang tidak perlu dapat dihindari sehingga dapat tercapai suasana kerja yang aman, nyaman, sehat serta dan meningkatnya produktivitas kerja.