Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Menteri Hanif : SDM Indonesia Harus Mampu Bersaing di Tingkat Global

Berita Utama
Menteri Hanif : SDM Indonesia Harus Mampu Bersaing di Tingkat Global
PKBNews - MENTERI Ketenagakerjaan HM Hanif Dhakiri mengatakan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di tingkat global, maka paradikma memandang tentang sumberdaya manusia Indonesia harus diubah dengan menjadikanya sebagai andalan dalam pembangunan.
 
"Dalam setiap forum yang saya hadiri selalu saya sampaikan untuk mulai mentransformasikan andalan pembangunan kita dari sumberdaya alam ke sumberdaya manusia," kata Menteri Ketenagakerjaan HM Hanif Dhakiri di Bogor, Selasa (13/9/2017).
 
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan bahwa ketenagakerjaan Indonesia menghadapi tantangan besar, selain karena paradigma bahwa ketenagakerjaan bukan indikator makro perekonomian. Padahal kontribusi ketenagakerjaan pada kesimiskinan juga besar.
 
Survei dari Bank Dunia menyatakan, ketimpangan, kemiskinan, pengangguran disumbang 30 persen dari sektor ketenagakerjaan. Karena ketimpangan kompetensi, orang miskin karena pendapatannya rendah, pendapatannya rendah karena pekerjaannya tidak berkualitas, pekerjaannya tidak berkualitas karena pendidikannya rendah dan tidak punya keterampilan.
 
"Kenapa pendidikan dan keterampilannya rendah, karena miskin, jadi muter terus disitu seperti lingkaran setan," kata Menteri Hanif.
 
Menurut Menteri Hanif, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Tenaga Kerja, perguruan tinggi untuk menjadikan sumberdaya manusia Indonesia sebagai andalan dalam pembangunan.
 
Menteri Hanif menambahkan, jika andalan pembangunan masih bergantung pada sumberdaya alam yang jelas bukan hanya merusak lingkungan tapi juga tidak berkelanjutan, dan juga akan menciptakan ketidakadilan antar generasi.
 
"Hari ini mungkin kita masih memiliki sedikit minya, tapi di masa yang akan datang anak cucu kita mungkin tiak punya apa-apa. Jadi ini sudah saatnya kita bergeser, biar tidak seperti model penjajah yang mencari negara dengan kekayaan alam. Tapi bertransformasi ke manusia, sumberdaya manusia. Ini kuncinya bagaimana meningkatkan sumberdaya manusia Indonesia," ujar Menteri Hanif.
 
Menteri Hanif pun mengatakan bahwa bahan baku ketenagakerjaan Indonesia memiliki 132 juta angkatan kerja (data 2017). Dari 131 juta tersebut, yang lulusan SD dan SMP mencapai 60 persen.
 
"Kalau kita mau jadikan SDM sebagai andalan, pertanyaannya SDM kita kayak apa. Dari 131 juta angkata kerja, 60 persen lulusan SD dan SMP. Kalau dibaratkan mau perang, perang dengan SDM pasukan 60 persen SD dan SMP itu," katanya.
 
Demikian pula dengan bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia pada tahun 2030, dimana SDM usia produktif mencapai 70 persen. Yang jadi pertanyaanya siapa yang akan mengisi bonus demografi tersebut.
 
"Jawaban saya, 2030 itu adalah anak-anak dari 60 persen angkatan kerja Indonesia yang lulusan SD dan SMP," tukas Menteri Hanif.
 
Ia mengibaratkan, jika ibunya bekerja sebagai buruh garmen di pabrik, maka bonus demografi yang dibicarakan adalah anak dari buruh garmen tersebut. Pada tahun 2030 nanti, jika ibunya bekerja sebagai buruh, anaknya akan bekerja seperti apa. Jika ditarik pada indikator mengenai SDM, ibu yang bekerja sebagai buruh tersebut bagaimana kualitas pendidikan anaknya, bagaimana asupan gizinya, dan tempat tinggalnya.
 
"Ini akan banyak tantangan. Tapi itulah bahan baku yang kita miliki. Mau tidak mau, isinya cuma itu. Nah, disinilah Kementerian Tenaga Kerja mencoba menterjemahkan Nawacita Presiden Jokowi yakni membangun Indonesia dari pinggir," tandas Menteri Hanif.