Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Menteri Nasir Ajak Santri Siap Hadapi Era Digital

Berita Utama
Menteri Nasir Ajak Santri Siap Hadapi Era Digital
 
PKBNews - MASYARAKAT terutama para santri diajak untuk meningkatkan daya saing guna menghadapi perkembangan berbasis digital.
 
"Cepatnya perkembangan teknologi menuntut santri harus melihat pengetahuan lebih luas lagi," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohammad Nasir, Selasa (31/10/2017). 
 
Menteri Nasir mengatakan bahwa kemajuan pesat teknologi tersebut harus segera direspon oleh seluruh kalangan, termasuk para santri yang berada di pondok pesantren.
 
"Tantangan baru yang dihadapi masyarakat, termasuk bagi para santri adalah menghadapi daya saing bangsa. Dalam daya saing bangsa, ada dua komponen utama yakni 'skill worker' (tenaga kerja terampil) dan 'inovation' (ide baru)," katanya. 
 
Menurut Menteri Nasir, kedua komponen itu sangat penting, sehingga perlu ditingkatkan dan pondok pesantren harus melihat dunia yang lebih luas karena tantangan ke depan dinilai jauh lebih berat.
 
"Tidak bisa lagi hanya melihat dari sisi internal, tetapi juga dari sisi eksternal. Dunia sudah berubah total di era teknologi yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, para santri harus bisa menangkap ilmu teknologi itu, agar bisa memiliki daya saing yang lebih baik," ujarnya. 
 
Menteri Nasir memberikan contoh dengan ekonomi digital atau e-commerce yang saat ini telah menjamur toko dalam jaringan (daring) sebagai fasilitas yang disediakan bagi masyarakat dan transaksi via daring itu pun diklaim lebih memudahkan masyarakat.
 
"Pasar tradisional sudah mulai ditinggalkan karena sudah mulai via daring atau e-commerce, model toko daring. Ke depan, masyarakat juga tidak akan memegang uang tunai lagi, sehingga santri harus tahu itu dan harus mempelajari pengetahuan tentang hal tersebut," ujarnya.
 
Seluruh pelajar termasuk santri, lanjut dia, harus lebih giat mempelajari tentang teknologi karena diprediksi beberapa tahun ke depan masyarakat di beberapa belahan dunia tidak akan menggunakan uang tunai dalam bertransaksi.
 
"Mungkin termasuk di Indonesia nantinya. Sistem keuangan dunia sudah terhimpun dalam teknologi informasi, sehingga hal itu harus diantisipasi ke depan," tandas Menteri Nasir.