Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Pemkab Sampang Diminta Tindak Rekanan Nakal

Berita Daerah
Pemkab Sampang Diminta Tindak Rekanan Nakal

Sampang - KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang Imam Ubaidillah meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memberikan sanksi tegas pada rekanan pemerintah yang tidak mengerjakan proyek sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pasalnya, ia menemukan banyak proyek fisik didanai Anggaran Pendapatan APBD 2015 daerah ini telah rusak, bahkan ada yang belum selesai pengerjaannya.

"Saya minta dinas terkait hendaknya memperketat pengawasan dan memberi sanksi bagi rekanan yang terbukti tidak mengerjakan proyek sesuai RAB," tegasnya, Selasa (23/2/2016).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, ia menemukan banyak proyek fisik di wilayah Sampang utara yang baru di bangun tahun 2015 lalu, namun telah mengalami kerusakan.

Selain itu, kata Imam, ia juga menemukan adanya proyek pembangunan yang belum selesai dikerjakan pada 2015, dan dilanjutkan pada 2016 ini juga mengalami hal serupa, sudah banyak yang rusak.

"Proyek yang sudah rusak meski belum selesai pengerjaannya itu adalah pengaspalan hotmix," ujarnya.

Imam berharap Bupati Sampang berlaku tegas kepada rekanan yang melakukan pembangunan tidak sesuai RAB. Ia takut jika rekanan pelaksana proyek tidak diberi sanksi, maka ke depan bisa terus terulang dan negara akan dirugikan.

"Pemkab harus berani memberikan sanksi tegas kepada rekanan yang melakukan kecurangan. Kalau itu tidak dilakukan maka negara akan dirugikan terus menerus," katanya.

Secara terpisah, Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono mengakui, memang ada beberapa proyek yang belum selesai pengerjaannya pada 2015. Salah satunya pemasangan box culvert di Jalan Delima Kampung Pandiyan Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Kota, Sampang.

"Ini terjadi, karena ditolak oleh warga setempat, tapi kami masih mengusahakan bisa selesai tahun anggaran saat ini," katanya.