Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

PKB Belum Putuskan Soal Capres atau Cawapres

Berita Utama
PKB Belum Putuskan Soal Capres atau Cawapres

PKBNews -KADER Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di seluruh Indonesia mendorong Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB untuk mengajukan calon presiden maupun calon wakil presiden dari kalangan internal dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Namun, DPP belum membuat keputusan terkait dorongan tersebut.

"Saya tidak menapik kalau ada dorongan dari kader agar DPP mengajukan calon sendiri di Pilpres 2019 mendatang. Namun, kami belum putuskan," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB, H Abdul Kadir Karding (AKK), Jumat (28/7/2017).

Ketua Fraksi PKB (F-PKB) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu memastikan hingga saat ini partainya belum menyatakan akan mencalonkan siapapun untuk Pilpres 2019. Termasuk nama Ketua Umum PKB H Abdul Muhaimin Iskandar.

"Semua usulan dan masukan dari kader akan kita kaji secara matang. Namun yang pati kita belum akan membuat keputusan soal Pilpres saat ini," kata AKK.

Di tempat terpisah, Ketua DPP PKB sekaligus Ketua Pansus RUU Pemilu, Lukman Edy berkata, saat ini semua partai sebetulnya sudah menyiapkan diri untuk ambang batas presiden (presidential threshold) 0 persen. Adapun dalam UU Pemilu, presidential threshold yang diketok adalah 20-25 persen.

Namun, ketentuan tersebut masih digugat ke Mahkamah Konsititusi sehingga masih berpotensi dibatalkan. Meski sudah siap dengan 0 persen, semua parpol juga dinilainya sudah mulai bisa menghitung koalisinya jika agar mencapai syarat 20-25 persen.

"Begitu UU ini ditetapkan maka dinamika politik lintas partai akan semakin dinamis. Karena gambarannya sudah semakin jelas siapa koalisi dengan siapa untuk mencapai 20 persen," ujar Lukman.

Pada Pileg 2014, PKB mengantongi 9,04 suara. Berarti, kata dia, PKB setidaknya memiliki sumbangsih hampir 50 persen dari persyaratan minimum pencalonan presiden.

Ia menuturkan, ada kehendak dari kader-kader PKB agar pada pemilu 2019 nanti partai tersebut berperan aktif. Hal ini karena pilpres dapat memberikan dampak besar bagi sebuah partai terlebih jika partai itu mengusulkan calon presiden atau calon wakil presiden dari kadernya.

"Apakah terlibat aktif ini sebagai capres atau terlibat aktif sebagai perahu utama yang mengusulkan capres itu," katanya.