Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

PKB Belum Tentukan Kawan Koalisi di Pilgub Jateng

Berita Daerah
PKB Belum Tentukan Kawan Koalisi di Pilgub Jateng

PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menentukan kawan koalisi dalam Pemilihan Gubernur (Pigub) Jawa Tengah (Jateng) 2018. Komunikasi antarpartai politik (parpol) masih terus berproses. Demikian diutarakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Jumat (8/9/2017).

Gus Yusuf menegaskan, ia sampai hari ini belum berani mengatakan koalisi dengan si-A atau si B karena semuanya masih dalam proses komunikasi intensif.

"Saya juga tidak mau berspekulasi dalam mengeluarkan pernyataan terkait koalisi. Sebab, keputusan final dalam pemenangan Pigub Jateng berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP)," katanya.

Namun, Gus Yusuf memastikan, partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) ini hanya mengajukan calon tunggal, yakni Marwan Jafar.

"Marwan Jafar masih giat bergerilya ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Selain untuk meningkatkan elektabilitas, Marwan dan jajaran DPW hingga DPC juga bergerak untuk menyiapkan mesin partai," katanya.

Diminta atau tidak diminta, kata Gus Yusuf, Marwan Jafar memiliki kewajiban mensosialisasikan dirinya ke masyarakat dan kader guna meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

"Koalisi merupakan keniscayaan bagi kami, makanya komunikasi terus berjalan sampai hari ini," ucapnya.

Sesuai peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016, syarat pertama bagi partai yang ingin mengusung calon gubernur sendiri harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD daerah pilkada sebanyak 20 persen.

Atau parpol punya 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir. Total kursi DPRD Jateng sendiri berjumlah 100 kursi. Dengan begitu, partai politik baru bisa mengusung calon sendiri di Pilgub Jateng bila memiliki minimal 20 kursi.

Satu-satunya partai yang dapat mengusung pasangan calon sendiri tanpa berkoalisi adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) karena menorehkan 31 kursi di DPRD Jateng.

Meski berada di peringkat kedua, PKB tetap harus berkoalisi karena hanya memiliki 13 kursi, disusul Gerindera dengan 11 kursi, dan PKS maupun Golkar dengan perolehan 10 kursi.