Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

PKB Berpeluang Besar Usung Kadernya di Pilpres 2019

Berita Utama
PKB Berpeluang Besar Usung Kadernya di Pilpres 2019

PKBNews - DUA tahun ke depan, Indonesia kembali menggelar perhelatan akbar pesta demokrasi, yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Partai politik (parpol) pun berlomba-lomba melakukan manuver politik untuk mengambil hati masyarakat. Salah satu kontestan Pemilihan Umum (Pemilu) yang menarik untuk disimak adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Direktur The Centre for Media Gender and Democracy Dedi Kurnia Syah, konsistensi partai yang digawangi H Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam menjaga pemilih santri berpeluang besar untuk melahirkan satu kontestan wakil presiden yang mewakili kalangan santri.

"Kita bicara data, PKB sebagai pemegang suara 9.04 pada Pemilu 2014 ini berpotensi mengusung kadernya untuk bertarung dalam pemilu 2019, setidaknya untuk kans wakil presiden," katanya, Kamis (19/10/2017).

Dedi menuturkan, sejauh ini PKB miliki tren suara yang baik, pemilih loyalnya cukup signifikan dalam mendukung kadernya di berbagai even electoral. Sebagai partai terbuka yang kuat nuansa Islam moderatnya, tentu potensi cawapres sangat relevan lahir dari partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) itu.

"Apalagi tren politik nasional mulai bergeser ke kelompok sektarianistik, isu agama menjadi persoalan serius dan terbukti mempengaruhi konstelasi politik dalam tahun-tahun terakhir ini. Paling fenomenal pada Pilgub DKI Jakarta lalu. Untuk itu, ia optimis partai-partai berafiliasi pada agama memiliki peluang yang cukup baik," ucapnya.

Doktor bidang diplomasi politik itu berkata, faktanya PKB memimpin perolehan suara parpol-parpol berbendera agama seperti Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Disanalah keunggulan Cak Imin, selain tentu sebagai Ketum PKB, dia menjadi tokoh politik paling bersinar di kalangan NU saat ini. Cak Imin pun mendapatkan sokongan kuat dari kalangan santri yang loyal. Ini kabar baik dan memberi gambaran pemilu 2019. Cak Imin miliki peluang besar untuk membangun poros politik santri, atau menjadi penentu kontestasi koalisi Capres-Cawapres 2019 bersama kalangan nasionalis," ujar Dedi.

Dedi melihat PKB hanya membutuhkan tambahan suara di luar santri, dan kondisi tersebut dapat dicapai dengan memilih mitra politik strategis. Ia bahkan berpandangan PKB hanya memerlukan mitra yang strategis, tentu bukan dari kalangan santri, agar tidak ada dua matahari. Capres Jokowi menurut saya relevan Cak Imin pertimbangkan untuk diwakili. Keduanya saling melengkapi," katanya.

Lebih jauh Dedi menuturkan, aturan main Pemilu dengan ambang batas 20 persen tidak menjadi penghalang berarti bagi PKB. Menurutnya, ambang batas peruntukannya untuk Pilpres 2019, terlebih dengan ukuran perolehan suara pemilu 2014, PKB berpeluang untuk menjadi penentu koalisi dengan sumbangan suara dominan.
"Presiden threshold bukan halangan berarti, perolehan suara pemilu lalu cukup menjadi modal PKB untuk mempengaruhi secara signifikan konstalasi Pilpres 2019. PKB hanya perlu melakukan kerja keras dengan strategis yang cantik. Peluang terbuka lebar bagi PKB meningkatkan perolehan suara pada tahun-tahun mendatang. Ini adalah tahun politik santri," tegas penulis buku CSR Politik itu.