Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

PKB Tegaskan Belum Memikirkan Pencapresan, Masih Fokus Bekerja

Berita Utama
PKB Tegaskan Belum Memikirkan Pencapresan, Masih Fokus Bekerja

PKBNews - DEWAN Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menegaskan belum memikirkan pencalonan presiden (pencapresan). PKB masih fokus pada kerja-kerja nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"DPP belum sekalipun memikirkan capres sampai urusan kesejahteraan masyarakat meningkat dan Pilkada berjalan dengan baik. Sebab, melalui kerja nyata di masyarakat, program Pemerintahan Jokowi juga langsung terlaksana dan terasa oleh masyarakat," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Daniel Johan, Jumat (6/10/2017).

Saat ditanya pewarta mengenai hasil survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) yang menggambarkan elektabilitas partai-partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) cenderung stagnan, kecuali PDI Perjuangan. Daniel dengan santai menjawab bahwa peningkatan elektabilitas tergantung pada kerja keras seluruh kader.

"Jadi bukan hal lain. Makanya, partainya terus meningkatkan kerja nyata di masyarkat. Baik itu kader yang duduk di eksekutif maupun pengurus, untuk selalu dekat dengan rakyat, mendengarkan kesusahan rakyat dan memperjuangkan untuk disuarakan dan dicari jalan keluarnya," kata dia.

Ketua Desk Pilkada DPP PKB itu berkata, kerja nyata di masyarakat juga merupakan cara untuk menyukseskan Pemerintahan Jokowi. Makanya Ketua Umum (Ketum) DPP PKB H Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sangat lantang menyuarakan aspirasi nelayan, petani tebu, petani karet, dan pengusaha sektor riil di pasar-pasar tradisional selama ini.

"Kerjanyata jawaban atas naik atau tidaknya elektabilitas partai politik," ucap Daniel.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengungkapkan, jika dibandingkan Pemilu 2014, semua parpol pendukung Jokowi kecuali PDI Perjuangan elektabilitasnya cenderung stagnan.

Misal Golkar dapat 14 persen, sekarang pada posisi 11,4 persen. Tapi PDI Perjuangan satu-satunya parpol yang kecenderungan suaranya menguat dan terlihat di trennya.

Djayadi berasumsi, hal itu terjadi karena parpol utama pendukung Jokowi adalah PDI Perjuangan. Alhasil, hanya partai ini yang terkatrol karena efek Jokowi.