Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Respons Konflik Palestina, PKB Adakan Halaqoh Ulama Rakyat

Berita Utama
Respons Konflik Palestina, PKB Adakan Halaqoh Ulama Rakyat
PKBNews – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Halaqoh Kebangsaan bersama ratusan Ulama dan Kiai yang memiliki pesantren dan ahli Kitab Kuning di wilayah Jawa Barat, Sabtu (29/7/2017).
 
Bertempat di Ponpes al-Mizan Majalengka, halaqoh tersebut digelar untuk mencari solusi, terobosan dan memohon masukan para Ulama serta Kiai atas keprihatinan PKB terhadap ragam kekerasan yang terjadi di Palestina.
 
tema yang diusung dalam halaqoh ini adalah “Al-Aqsha dan Pembebasan Palestina dalam Presfektif Kitab Kuning” dengan Narasumber KH Ahsin Sakho, Arwani Saeroji, dan Rakyan Adi.
 
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar telah mendesak pemerintah Indonesia untuk turut serta membantu selesaikan konflik di Palestina.
 
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini geram atas sikap represif Israel yang menutup Masjid Al Aqsa sehingga warga Palestina tidak bisa kembali melakukan ibadah di tempat tersebut.
 
Terkait hal itu, Cak Imin berharap Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Priansari Marsudi berperan aktif melakukan koordinasi dengan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan Organisasi Konfederasi Islam (OKI), untuk segera mengambil tindakan terkait ulah tentara Israel terhadap warga Palestina.
 
“PKB menunggu rapat-rapat di OKI maupun PBB supaya campur tangan segera,” ujar Cak Imin saat ditemui wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu 26 Juli 2017.
 
Lebih dari itu, Cak Imin bersama dengan massa dari Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan siap ke Palestina, untuk berkontribusi memberikan solidaritas terhadap Palestina.
 
“Supaya benar-benar suara umat Islam kompak diseluruh dunia (memberikan perhatian ke Palestina),” ujarnya. 
 
Seperti diberitakan, Israel menerapkan aturan yang melarang pria Palestina berusia di bawah 50 tahun salat di Masjid Al Aqsa. Atas hal itu warga Palestina pun protes keras dan melakukan demonstrasi.
 
Aksi demontrasi itu semakin memanas, dan akhirnya pasukan Israel menyerang peserta unjuk rasa pada Jumat 21 Juli 2017. Mereka melepaskan tembakan peluru tajam, gas air mata serta peluru karet ke arah warga yang tidak bersenjata.‎ Akibatnya tiga warga Palestina tewas dan puluhan terluka dalam bentrokan di sekitar Kota Tua Yerusalem itu.