Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Selama Intruksi Belum Dicabut, DPW PKB Terus Sosialisasikan Marwan Cagub Jateng

Berita Daerah
Selama Intruksi Belum Dicabut, DPW PKB Terus Sosialisasikan Marwan Cagub Jateng

PKBNews - SELAMA intruksi mengamankan Marwan Jafar (MJ) sebagai bakal calon (balon) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) belum dicabut, maka Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng terus mensosialisasikan Marwan sebagai balon gubernur PKB.

"Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang memerintahkan untuk kita mengamankan nama Marwan dan terus mensosialisasikannya kepada masyarakat. Selama perintah belum dicabut, kita akan sosialisasikan terus," tegas Sekretaris DPW PKB Jateng, Sukirman, Selasa (19/12/2017).

Menurut Sukirman, nama Marwan telah disosialisaikan dengan baik, apakah dilakukan secara terbuka maupun tertutup. Bahkan, popularitas dan elektabilitas Marwan meningkat dalam survei internal.

"Sejak intruksi itu datang, kita di bawah bekerja ekstra untuk terus memperkenalkan Pak Marwan ke masyarakat Jateng. Alhamdulillah, survei internal menunjukan lonjakan signifikan dan dapat bersaing sengit dengan kandidat lain," tuturnya.

Sukirman memperkirakan keputusan akhir akan diambil partainya pada bulan Januari. Setelah melihat konstilasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Terutama terkait pencalonan kandidat balon gubernur.

"PKB akan mengambil sikap di Januari, apakah akan terus mengusung Pak Marwan atau ada nama lainnya yang akan diusung. Yang pasti sampai hari ini tetap Marwan Jafar," tandasnya.

Komposisi Kursi


Untuk maju menjadi calon gubernur, syarat mengusung harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD sebanyak 20 persen atau 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir. Total kursi DPRD Jateng berjumlah 100 kursi. Partai politik baru bisa mengusung calon sendiri di Pilkada Jateng minimal bermodal 20 kursi.

Satu-satunya partai yang dapat mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi adalah PDI-P dengan 27 kursi, disusul PKB 13 kursi, Gerindera 11 kursi, PKS 10 kursi, dan Golkar 10 kursi. Sedangkan PAN 8 kursi, Demokrat 9 kursi, PPP 8 kursi, dan Nasdem 4 kursi.