Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

TKI Diberdayakan Melalui Desa Migran Produktif

Berita Utama
TKI Diberdayakan Melalui Desa Migran Produktif

Jakarta-PEMERINTAH akan memberdayakan TKI melalui program Desa Migran Produktif (Desmigratif). Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan warga setempat untuk bekerja menjadi TKI di luar negeri.

"Jadi Desmigratif merupakan penanganan TKI secara terintegrasi untuk memberdayakan TKI dan keluarganya. Ada kerja sama lintas sektor dalam menjalankan program ini," kata Menteri Ketenagakerjaan HM Hanif Dhakiri di Jakarta, Selas (25/10/2016).

Menteri Hanif yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan akan ditetapkan dua kota di 50 kabupaten yang menjadi kantong-kantong TKI untuk menjalankan program tersebut.

Dengan program tersebut, warga yang biasanya bergantung menjadi TKI di luar negeri dan keluarganya akan dibina sehingga memiliki bekal dan kemampuan serta modal untuk mengembangkan wirausaha.

"Program disesuaikan dengan (program) Kemendes 'One Village One Product'. Kita sudah kerja sama dengan Kemendes (Kemendes dan PDT RI) untuk bantuan sarana produksi, KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga dengan Kementerian Koperasi," tukas Hanif.

Selain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat desa di kantong-kantong TKI, program Desmigratif juga ditujukan untuk melengkapi program perlindungan TKI yaitu Desa Buruh Migran (Desbumi).

Dengan konsep itu, pemerintah desa sebagai unit terkecil struktur pemerintahan akan dilibatkan lebih aktif dalam persoalan penempatan TKI, mulai dari pusat informasi, komunikasi, bagian integral penempatan, hingga koordinasi terhadap perlindungan TKI sejak prapenempatan, hingga purna penempatan.

"Balai desa dijadikan sebagai pusat layanan dan perlindungan pertama untuk TKI. Intinya desa harus jadi pusat informasi. Jadi orang kalau mau ke luar negeri harus ke balai desa dulu," kata Menaker.

Selain itu, program ini diharapkan mampu menekan tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking) yang kerap melibatkan masyarakat desa sebagai korbannya.

"Kita akan membawa program desmigratif khusus ke NTT dan beberapa daerah rawan lainnya. Rekrutmen itu kan di desa-desa. Ini salah satu upaya mencegah (human) trafficking," tandas Hanif.

Rekomendasi untuk dibaca