Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

NU Ikut Angkat Suara Sikapi Kekisruhan DPT

Berita Utama
NU Ikut Angkat Suara Sikapi Kekisruhan DPT

Jakarta - Keprihatinan atas kekisruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tak hanya datang dari para peserta pemilu. Nahdatul Ulama selaku Ormas terbesar di Indonesia yang telah melahirkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga merasa miris dengan situasi ini.

 

Wakil Ketua Umum PBNU, As’ad Said Ali, menyatakan pihaknya sangat khawatir ketidakakuratan DPT akan menghilangkan hak warga negara untuk menyalurkan aspirasi politiknya.

 

“Sangat disayangkan hingga saat ini DPT masih saja belum terselesaikan dengan baik, terjadinya ketidakakuratan DPT maka sama artinya banyak warga negara yang akan kehilangan hak dan kesempatan dalam menjalankan partisipasi politiknya,” ungkap Asad, Kamis (31/310/2013).

 

Padahal, sambung dia, partisipasi rakyat merupakan elemen paling dasar dalam sistem demokrasi yang sedang dikembangkan di negeri ini. “Rendah atau tingginya tingkat partisipasi warga negara merupakan sebagai penentu dari kualitas pemilu yang juga menjadi tolak ukur kualitas demokrasi di Indonesia,” tegasnya.

 

Sehubungan dengan masih amburadulnya DPT, Pengurus Besar Nahdatul Ulama mengimbau Kemendagri, KPU, Bawaslu dan berbagai pihak yang terkait, segera melakukan tindakan secara serius guna mengatasi kekisruhan DPT dalam waktu yang cepat. Sehingga permasalahan DPT dapat terselesaikan dengan baik.

 

“Juga agar tahapan Pemilu 2014 mendatang tidak terjadi pergeseran jadwal, maka KPU harus dapat memastikan secara baik terkait pemutakhiran DPT yang terselesaikan tepat waktu,” tegas Asad.

 

Sebagaimana diberitakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat ada 1.205.102 daftar pemilih yang bermasalah. Data tersebut masih bisa bertambah hingga batas akhir, 2 November mendatang. Permasalahan tersebut terjadi di 20 Kabupaten/Kota, di enam provinsi.

 

Bawaslu rencananya melakukan pengecekan di tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di 20 kabupaten kota. Berikut Rincian Data bermasalah:

 

a. Tanpa Nomor Kartu Keluarga (NKK): 569.526

b. Tanpa Nomor Induk Kependudukan (NIK: 531.413

c. NIK tak standar: 1.953

d. NIK ganda: 29.317

e. Meninggal 17.470

f. Pemilih ganda: 23.903

g. Tanpa tanggal lahir: 3.224

h. Belum 17 tahun dan belum nikah: 11.617

I. Status perkawinan tak jelas: 5.989

j. Anggota TNI/Polri: 306

k. Alamat kosong : 8.582

l. Memenuhi syarat tapi tidak terdaftar di DPT: 1.802