Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

Tak Pantas Anggota DPR Bersikap Genit

Berita Parlemen
Tak Pantas Anggota DPR Bersikap Genit

Jakarta- Melontarkan kata-kata candaan menjurus godaan sah-sah saja dilakukan bagi orang-orang yang sudah saling kenal dan akrab. Hanya saja perilaku semacam ini tetap tidak tepat dilakukan saat proses fit and proper test di Gedung DPR.

 

"Menurut saya, itu memang tidak layak. Meskipun ini tidak ada yang merasa dilecehkan. Kita juga hargai laporan Komnas Perempuan karena memang sering juga pertanyaan yang tidak proporsional dalam fit and proper test yang sifatnya terbuka, baik ke perempuan atau laki-laki," ujar anggota Badan Kehormatan DPR Ali Machsan Moesa, Jumat (13/12/2013).

 

Menurut politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, kasus yang menimpa empat anggota DPR harus bahan renungan bersama. "Ini kritik untuk DPR, fit and proper test memang harusnya hanya menanyakan kemampuan si calon. Ini peringatan untuk kita. Ini bagian untuk intropeksi kita," katanya.

 

Ali Maschan berjanji, empat orang yang dituduh berkelakuan genit akan dimintai klarifikasi dalam waktu dekat. Dari klarifikasi itu, BK berharap bisa langsung bertindak apakah harus memberikan sanksi atau tidak. Dia juga berharap, kasus ini bisa selesai sebelum memasuki masa reses.

 

"Empat orang itu akan kita mintai klarifikasi, kalau bisa secepatnya, karena sebentar lagi kan reses, lalu pimpinan minggu depan kan enggak ada semua karena kunjungan ke daerah. Saya kira lebih cepat lebih baik," tegasnya.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komnas Perempuan melayangkan surat permintaan klarifikasi kepada Badan Kehormatan DPR terkait dengan pertanyaan anggota DPR yang terkesan melecehkan kaum hawa. Hal tersebut terjadi saat fit and proper test oleh anggota DPR Komisi I terhadap Agatha Lily, saat itu calon anggota KPI.

 

Anggota BK DPR Ali Maschan di beberapa media mengatakan bahwa Komnas perempuan tidak mengadukan, mereka hanya meminta BK untuk mengklarifikasi dan mengingatkan, agar ke depan hal tersebut tidak terulang lagi.

 

"Komnas Perempuan mengamati sudah lama fit and proper test itu ada pertanyaan yang dianggap kurang respons terhadap gender, pertanyaanya kurang relevan. Ditanya ibu kok cantik, ada juga yang nanya hari ini ke spa berapa kali, begitu. Mungkin karena merasa dekat. Dan pertanyaan seperti itu memang terjadi,” ujar Ali Maschan Moesa, beberapa waktu lalu.

 

Agatha Lily sendiri kaget saat namanya jadi bahan pembicaraan, karena fit and proper test dilakukan 5 bulan yang lalu. Agatha juga menyebutkan jika pada saat itu memang terdapat pelecehan terhadap dirinya, pasti dia langsung bereaksi atas hal tersebut.